Posted on: Desember 7, 2023 Posted by: adminweb Comments: 0

Minat masyarakat membeli mobil baru melalui platform online atau di showroom virtual diyakini akan terus meningkat ke depannya. Faktor pemicunya adalah pandemi Covid 19. Pasca pandemi, tren adopsi digital di masyarakat meningkat. Hal itu memicu perubahan kebiasaan atau habit masyarakat dalam berbelanja, termasuk dalam membeli mobil baru. "Saat ini terjadi transformasi pelanggan dan terjadi pula transformasi stake holder yang terjadi pada siklus pembelian mobil baru, terutama pada showroom nya."

"Efek dari transformasi consumer habit, setelah pandemi itu ternyata memberikan efek ternyata bahwa orang lebih banyak yang lebih senang tinggal di rumah. Menghindari keluar rumah dan terjadi mobilisasi ke digital," ungkap Founder & CEO Galemoru Harry Sendiko di acara pengenalan platform jual beli mobil baru Galemoru di Jakarta, Kamis (7/12/2023). Harry menambahkan, pasca pandemi memunculkan tren remote working yang ditandai orang tidak lagi berkantor karena semuanya bisa dilakukan secara remote. "Dari sisi customer pandemi melahirkan generasi Gen Z yang mulai bekerja, mereka sudah lulus sekolah. Pengetahuan mereka tentang digital itu benar benar luar biasa. Kehidupan sehari harinya benar benar digital. Kalau generasi Gen X dan Baby Boomers ini pada umumnya sudah matang dan umumnya jadi pelanggan otomotif. Tapi mereak tidak terlalu melek otomotif. Maka itu ke depan kita garap Gen Z. Mereka menyukai hal hal yang serba simpel," imbuh Harry.

Banjir Jalan Lintas Riau Sumut di Ujung Tanjung Surut, Timbul Masalah Jalan Rusak Jokowi Sebut Pemerintah Gelontorkan Rp 1,3 Triliun untuk Perbaiki 40 Ruas Jalan di Jateng Hendak Ditangkap, Tersangka Sabu di Lhokseumawe Kabur dan Buang Barang Bukti, Begini Kronologisnya

Jokowi Gelontor Anggaran Jumbo untuk Inpres Jalan di Jateng, Total Rp1,36 Triliun Strategi Pelaku Carok 2 Lawan 4 di Madura, Adik Berperan Lindungi Hasan Busri, 1 Menit Semua Tumbang Halaman all VIRAL Jokowi Jalan Kaki di Grobogan Jateng, Benarkah karena Ban Mobilnya Bocor?

Jadwal Pertandingan Oman vs Kirgistan Piala Asia 2024, Hasil Akhir Tentukan Nasib Timnas Indonenesia Elektabilitas Paslon Berubah Jelang Pencoblosan Menurut Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Hari Ini Halaman 4 Harry menambahkan, menggarap Gen Z di industri ritel otomotif harus mengenali karakter mereka. Salah satu karakternya adalah, saat mengambil keputusan kputusan mereka menginginkan kebebasan.

"Mereka juga memiliki karakter resisten, kalau mereka melakukan sesuatu itu dikontrol oleh orang lain termasuk orangtuanya. Ini yang menyebabkan Gen Z ini menjadi pasar yang menarik," kata dia. "Mereka juga gengsinya tinggi, enggan dikejar kejar sales," imbuh Harry. Terkait tren transformasi di showroom otomotif, Harry mengatakan, showroom mobil yang ada saat ini adalah showorom konvensional.

"Mereka punya building, dengan stok banyak. Mereka berjualan dengan mengandalkan salesman. Sebanyak 90 persen penjualan via online," ungkapnya. "Mereka ada membikin showroom hybrid, bikin website. Jika website diklik pelanggan, mereka kemudian kirim sales ke pelaggan lalu transaksi terjadi secara offline," bebernya. "Ke depan, showroom mobil ini akan berubah menjadi digital showroom yang di generate melaui aplikasi. 95 persen akan menjadi online transaction," imbuh Harry.

Dia menambahkan, perilaku konsumen dalam membeli mobil di showroom saat ini adalah juga banyak melakukan perbandingan harga dan model dari showroom ke showroom. "Dari dua fenomena itu, kami mengambil kesimpulan ada kebutuhan aplikasi untuk beli mobil baru. Saat ini belum ada aplikasi yang layami transaksi pebelian mobil baru," ungkapnya. Dia menambahkan, ada tantangan tersendiri yang dihadapi untuk membangun aplikasi pembelian mobil online.

"Tantangan membangun aplikasi pembelian baru ini tidak sederhana, harus punya hubungan yang baik dengan diler mobil baru, diler dan leasing serta pengalaman lama di industri otomotif," sebutnya. Karena itu, pihaknya mencoba merancang marketplace mobil baru yang dberi nama Galemoru di Google Play dan App Store. Konsepnya berupa bangunan mal virtual yang di dalamnya terdapat toko toko yang menjual mobil baru dengan dukungan perusahaan pembiayaan. Dia menyebutkan aplikasi ini menyediakan layanan pembelian mobil melalui 5 tahapan yang sederhana. Yakni, pilih mobil, leasing, data diri, bayar dan terima mobil. "Ada lima merek mobil 4 leasig dan 5 asuransi yang bergabung di ekosistem kami. Seluruh unit kendaraan yang dipajang di platform ini sifatnya ready, bukan inden," ujarnya.

Leave a Comment