Posted on: November 17, 2023 Posted by: adminweb Comments: 0

Harga komoditas bahan pokok di pasar tradisional mengalami peningkatan. Terutama jenis komoditas gula, telur ayam, hingga beras. Salah seorang pedagang sembako, Dwi, mengungkapkan bahwa harga beras memang mengalami peningkatan jika dibandingkan bulan lalu. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, harga beras cenderung stagnan.

Sementara untuk telur ayam, harganya tercatat sebesar Rp28.000 per kilogram. Yang disebutnya terbilang masih cukup tinggi. VIDEO Viral Wanita di Puskesmas Sulteng Ngamuk, Buntut Tak Digaji Selama 5 Bulan HEBOH Caleg di Lombok Timur Diduga Langgar Aturan Pemilu, Pakai Kartu BPJS untuk Alat Kampanye

Kata Pedagang Pasar Semua Harga Bahan Pokok Naik, Mulai Beras hingga Telur Ayam, Ini Harganya Gibran Belanja Cabai Setelah Pedagang di Pasar Rumput Jaksel Keluhkan Harga Bahan Pokok yang Naik Wartakotalive.com Lagi Berkebun, Warga di Aceh Timur Nyaris Pijak Ular Piton Sepanjang 9 Meter

VIRAL, Seorang Wanita di Puskesmas Ngamuk Buntut Tak Digaji Selama 5 Bulan Harga Bahan Pokok Selalu Meroket Jelang Akhir Tahun, Ini Pemicunya Menurut Asosiasi Pedagang Pasar Namun, lanjut Dwi, gula pasir atau gula konsumsi merupakan komoditas yang paling mengalami peningkatan yang paling signifikan.

Menurutnya, harga gula pasir kemasan non premium dibanderol Rp18.000 per kilogram. Sementara, untuk harga gula kemasan sederhana senilai Rp19.000 per kilogram. Dalam beberapa hari terakhir, harga gula naik dapat mencapai Rp1.000 per kilogram per hari. Padahal, minggu lalu, harga gula pasir kemasan premium Rp16.000 per kilogram. "Gula naik, udah 2 hari ini juga naiknya lumayan. Naik Rp1.000 kadang kadang per hari," ucap Dwi.

Dirinya pun tak mengetahui alasan pasti terkait adanya kenaikkan harga gula. Namun, masyarakat kini tetap membeli gula meskipun harganya terbilang cukup tinggi. Dwi melanjutkan, untuk pembelian gula di pasar tradisional tak dibatasi, seperti hal nya di retail modern.

"Untuk gula enggak dibatasi belinya. Beda kalo di super market kan dibatasin ya 2 bungkus maksimal," ujarnya. Sementara untuk minyak goreng, baik kemasan sederhana maupun curah, disebut relatif terkendali. Alias tak mengalami peningkatan harga. Harga Sembako Naik, Daya Beli Masyarakat Tak Terpengaruh

Dwi melanjutkan, apabila satu toko menaikkan harga komoditas, biasanya toko ataupun retail lainnya ikut menyesuaikan. Meski sejumlah komoditas bahan pokok berada di level yang cukup tinggi, Dwi mengungkapkan bahwa masyarakat masih cukup banyak yang membelinya. Hal ini dikarenakan komoditas tersebut merupakan kebutuhan primer yang setiap harinya digunakan atau dikonsumsi.

"Kalau di pasar sini mah kalau ada yang naikin harga ya semua ikutan naik," papar Dwi. "Pelanggan enggak ada yang ngeluh. Biarpun harga naik ya tetep pada beli. Namanya juga kebutuhan harian," pungkasnya.

Leave a Comment